Banyak manusia di dunia ini yang masih sangat terpaku kepada kehidupan dunia, mungkin dikarenakan masih banyaknya rasa cintanya terhadap dunia, dan masalah ini tidak sepenuhnya salah. Dikarenakan allah juga berfirman pada Ayat Al-Qur’an :
وَٱبْتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ ٱلْفَسَادَ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ
Artinya : Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (Al-Qashas : 77)
Dari ayat ini kita diingatkan oleh Allah SWT untuk mencari kebahagiaan kita di akhirat kelak, akan tetapi kita tidak boleh lupa untuk kebahagiaan duniawi.
Dan sudah menjadi rahasia umum bagi kita, bahwa hati adalah penggerak motivasi terbesar bagi manusia. Semakin cinta manusia kepada suatu hal, maka ia akan lebih cenderug untuk melakukan sesuatu sebaik mungkin untuk hal tersebut. Maka dari itu, dalam hal ini perlu kita perbaiki diri kita. Untuk lebih mencintai Allah & Rasul-Nya daripada mencintai kegiatan-kegiatan kita yang hanya duniawi saja. Memang tidak salah ketika kita mencintai hal duniawi kita, akan tetapi sebagai umat muslim kita harus lebih mengutamakan ibadah kita kepada Allah. Karena allah menciptakan manusia adalah untuk menyembahnya. Sebagaimana firmannya :
وَمَا خَلَقْتُ الجِنَّ وَالإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ (الذاريات : 56)
Yang Artinya : Tidaklah ku (Allah) ciptakan jin dan manusia selainkan untuk menyembahku. (Q.S Azd-Dzariat : 56)
Maka dari sini bisa kita renungkan, bahwa lahirnya kita di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Untuk memudahkan, memotivasi kita untuk selalu beribadah kepada Allah, maka kita harus menghadirkan Allah disegala kehidupan kita; baik makan, minum, belanja, belajar, bermain bola, dan lain sebagainya. Harus tetap kita mengingat Allah SWT. Mencintai, Meridhoi bahwa Allah adalah Tuhan kita, Islam adalah Agama kita, dan Nabi Muhammad SAW adalah Nabi dan Rasul kita.
Bismillah, semoga kita bisa selalu cinta kepada Allah, sehingga Allah juga mencintai kita. Sehingga kita dapat bergabung dengan Nabi tercinta di akhirat kelak.
Aamiin… yaa rabbal ‘alamiin.