Kisah Kita Bersama

Setiap manusia hidup pastilah memiliki problematika masing-masing, salah satunya mungkin kekuatannya dalam berkomunikasi. Karena pada dasarnya manusia ialah makluk sosial yang membutuhkan manusia lain untuk menjalani kehidupan di dunia ini. Maka komunikasi menjadi hal penting dalam meningkatkan kualitas hidup. Hal ini sesuai dengan teori ulama’ besar Abdurrahman bin Khaldun (732-808 H/ 1332-1406 M), yang menyebutkan bahwa “Al-insanu madaniyyun bit-thab’i

Maka kami memiliki keyakinan bahwa “Sesungguhnya, cerita menyembuhkan luka, mengobati duka”. Karena dengan membagikan cerita dengan cara yang tepat dapat memberikan beberapa manfaat bagi kesehatan mental kita. Akan tetapi, mungkin masih tidak sedikit teman-teman yang belum bisa menemukan cara terbaik dalam menyampaikan pesannya dalam berkomunikasi.

Bercerita secara verbal mungkin bagi sebagian orang tidak bisa semudah orang lain. Ada beberapa orang yang merasa, kemampuannya dalam berkomunikasi secara lisan tidak mencapai tujuan dari pesan yang ingin dia sampaikan. Dan ini tidaklah menjadi penghambat manusia untuk selalu melakukan komunikasi. Karena komunikasi tidaklah harus dilakukan dengan bahasa lisan.

Banyak teman-teman kita yang memiliki kekurangan ini menjadikan bahasa-bahasa lain selain bahasa lisan. Maka sejahtinya memiliki kekurangan dalam satu hal tidaklah menjadi penghambat dalam mencapai tujuan yang kita inginkan.

Kalimat “at-thariqah ahammu mina-l-maddah” mungkin bisa menjadi penyemangat kita dalam menjalani problematika ini. Menjalani cara terbaik menjadikan kita mendapatkan hasil terbaik. Dan semua orang pastilah menginginkan hasil terbaik itu. Maka setiap manusia harus selalu bersemangat dalam menjalani proses-proses dalam hidup ini.

Maka salah satu cara untuk mendapatkan hal terbaik yang kita miliki, Kyai kami pernah memberikan pesan “Qolbussalim, Jismussalim, ‘Aqlussalim, Fahmussalim, Dinussalim”. pertamanya adalah Qolbun, hatinya harus sehat. Kalau hatinya sudah sehat, badannya sudah sehat, akalnya sehat, pemahamannya sehat, maka pemahaman agamanya juga akan sehat. Jika kelima ini sudah dikerjakan semua, maka perbuatan yang dikerjakan akan baik semuanya.

Tinggalkan Komentar